Prince Of Destiny
Aku terus memikirkan mengenai gugurnya daun dari Gran Arbol Deku, dia telah berdiri kokoh di atas akarnya selama ratusan tahun bahkan sebelum Kokiri forest berdiri. Namun, baru saja aku menyaksikan keguguran pertama dari pohon yang selama ini menjaga kedamaian seluruh hutan. Apakah ini kesalahanku karena telah mengambil kokiri emerald yang selama ini membantu Deku dalam mengatur keseimbangan hutan? Apakah benar yang dikatakan Midow saat aku meninggalkan tempat kebesaran Deku? Apakah benar kalau semua ini adalah kesalahanku, kesalahanku yang membuat Deku menjatuhkan daun-daunnya.?
“Link, kau mau ke mana?” dalam lamunanku aku mendengar suara yang sudah tak asing lagi bagiku.
Aku berpaling dan mendapati Saria berdiri di jembatan perbatasan Kokiri dan dunia luar “Saria?”
“Link aku tahu kau apa yang kau lakukan pada Deku, jangan jadikan itu beban. Kau harus ingat Link, Deku telah menyerahkan hal yang selama ini menjaga keseimbangan Kokiri, maka kau harus bertanggung jawab akan hal itu” Saria mendekatiku yang masih diahntui oleh rasa bersalah yang besar.
“Saria, aku akan pergi dari sini menginjakkan kakiku ke dunia luar” kataku sambil berpaling dan beranjak untuk pergi. Aku tak mampu bertahan jika harus terus berada di hadapan saria, ditambah karena dia adalah temanku yang sangat mengerti aku.
“tunggu Link, setidaknya kau harus membawa sesuatu agar mengingatkanmu pada tempat tinggalmu dan mengingatkanmu pada ku” ku lihat saria merogoh koceknya, mencoba untuk menemukan sesuatu.
Rasa sedihku kian menjadi ketika Saria memberikanku Ocarinanya, benda yang selama ini tidak pernah terpisah dengan Saria.
“tolong Link, simpanlah benda ini. Simpanlah untuk mengingatkanmu padaku. Berjanjilah Link, berjanjilah kau akan tetap mengingatku meski kau telah meninggalkan hutan ini” Saria menyodorkan ocarinanya dengan wajah yang terlihat begitu haru.
Saat ini perasaanku benar-benar tak mampu lagi disembunyikan. Perasaan sedihku telah merasuk hingga kedalam tulangku. Aku segera mengambil ocarina dari tangan Saria dan memeluknya sambil berkata “tenang Saria, sampai kapanpun aku tak akan melupakanmu. Setelah semua ini berakhir aku akan kembali ke sini” aku langsung beranjak pergi karena perasaanku semakin menjadi-jadi seiring bertambahnya waktuku berdiri di jembatan perbatasan Kokiri dan dunia luar.
“Link, kita telah memiliki kokiri emerald, yang artinya kita adalah penduduk kokiri yang istimewa. Dengan Kristal itu kita mampu meninggalkan hutan tanpa berakhir seperti orang-orang sebelumnya yang mencoba meninggalkan hutan” Navi berkata sesaat sebelum kami melihat cahaya mentari tanpa dihalangi rimbunnya pepohonan lagi.
Ketika aku berpaling ke belakang aku masih bisa melihat rimbunnya hutan yang selama 12 tahun ini telah menjadi tempat tinggalku. Saat ini yang aku lihat adalah padang rumput yang begitu luas dan berdirinya kastil yang selama ini berada dalam mimpi-mimpiku dan menghantuiku. Aku dan Navi terperangah melihat pemandangan yang tak pernah kami lihat di hutan, sebuah tempat yang luas dan tanpa teduh hutan.
“ayo Link, itu pasti kastil yang di sebutkan Deku” Navi menunjuk ke arah kastil di utara.
“selamat datang prince of destiny” terdengar suara dari atas pohon di depan kami, entah suara itu berbicara dengan kami atau tidak tapi suara itu berhasil mengejutkan kami berdua.
Aku menoleh ke atas dan mendapati seorang burung hantu besar yang tengah memutar kepalanya ke atas dan ke bawah 180 derajat. Burung hantu ini cukup besar dan menurut pengelihatanku aku percaya burung hantu ini mampu menyantapku dalam satu kali makan.
“selamat datang anak muda, kau adalah anak dalam ramalan yang akan mengubah takdir tanah ini” burung itu berbicara lagi tapi tetap memutar kepalanya.
“apa yang kau inginkan?” aku langsung mencabut pedangku dan mengenakan perisai di tangan kananku.
“kau benar-benar memiliki kewaspadaan yang besar pangeran, aku adalah lechuza del destino setidaknya itulah sebutan para tetua tanah Hyrule untukku. Aku akan menjadi penunjukmu, saat kau mendapati tempat asing aku akan menemuimu. Kau tidak perlu memanggilku dan aku juga tidak akan datang ketika engkau membutuhkanku. Aku bergerak karena telah di tuliskan dari dahulu oleh para tetua tanah Hyrule. Pergilah ke kastil, seseorang telah menunggumu orang yang begitu membutuhkanku untuk menyelamatkan seluruh tanah Hyrule” belum sempat aku berkata burung itu telah pergi meninggalkan kami berdua.
Aku segera menyarungkan kembali pedangku dan bergegas pergi ke arah Kastil. Aku yakin benar kastil ini adalah kastil yang berada dalam mimpiku, sekarang pertanyaan tentang mimpi itu semakin banyak merasuk dalam pikiranku. Bagaimana bias kastil ini masuk ke dalam mimpiku sedangkan melihatnya pun baru kali ini? Dengan pagar yang begitu tinggi dan kokoh aku percaya di baliknya tak hanya kastil. Aku langsung masuk melewati satu-satunya jalan masuk dan keluar dari tempat ini.
“selamat datang anak kecil, dari pakaianmu kau bukan orang sini” sapa penjaga di gerbang depan.
“emm.. ya aku adalah orang dari kokiri. Apa di kastil besar itu ada seorang putrid yang sebaya denganku?” aku tidak ingin memperpanjang urusan, langsung pada tujuanku.
“ya.. ini adalah kerajaan Hyrule. Di kastil besar itu kau akan menemui seorang raja dan putrid cantik seumuranmu. Selamat datang di tempat ini, kerajaan terbesar dan terdamai di seluruh dunia” ‘penjaga ini ramah tapi dia terlalu banyak bicara’ bisikku dalam hati. Aku tidak menghiraukannya lagi aku segera menuju ke arah kastil.
Aku begitu penasaran menemui putri yang katanya sangat membutuhkan bantuanku untuk mengubah takdir tanah ini. Aku penasaran akankah putri itu sama dengan gadis kecil di atas kuda putih dalam mimpiku, aku penasaran apakah benar aku adalah orang yang mampu mengubah takdir dunia, dan sebenarnya takdir apa yang akan aku rubah. Aku terus berjalan hingga sampai di sebuah kota di balik pagar kokoh yang terlihat dari luar.
“Link, hari sudah semakin malam, sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat” ajak Navi.
“ya mungkin kau ada benar nya juga” kami tiba di suatu tempat yang begitu besar dan megah.
Aku dan Navi memasuki tempat itu, mungkin tempat ini adalah tempat yang cukup sakral di sini. Di dinding-dindingnya terlihat beberapa simbol segitiga yang bertumpuk dan sayap emasnya. Aku tidak mengerti tentang arti semua gambar-gambar ini. Tapi aku juga bingung jika tempat ini adalah tempat yang sakral, tidak satupun orang yang menjaga tempat ini dan mengingat tempat ini berada di sudut kota aku percaya orang-orang jarang datang ke tempat ini.
“tempat apa ini link? Tempat ini terlalu megah untuk dibiarkan tanpa penjaga” tanya Navi.
“entahlah, setidaknya saat ini kita punya tempat untuk beristirahat” aku langsung merebahkan diri di sudut tempat ini.
“Link bangun” entah itu suara dari mana tapi aku yakin betul itu bukan suara Navi.
Aku membuka mataku perlahan mendapati diriku tak lagi di tempat aku dan Navi beristirahat, bahkan aku sendiri tidak mendapati Navi berada di sekitarku. Aku mendapati diriku berada di sebuah kastil besar menyaksikan mimpi buruk terbesarku berlutut di hadapan raja. Aku mampu melihat kotor pikirannya dari sorot matanya pada raja, menyadari hal itu aku langsung menarik pedangku dari sarungnya. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan mimpi burukku ini, aku langsung menyerang pria berkulit gelap dengan rambut merah pendek itu.
“sadarlah anak bodoh, kau bukan lawan yang tepat untukku” dia hanya berkata sedikit lalu kemudian mengayunkan tangannya. Aku tak mampu merasakan tubuhku, seakan setiap inch dari tubuhku terkena sengatang Hydralia yang amat besar. Setiap alirang sengatan listrik ini ternyata hanya berasal dari jari laki-laki besar itu.
Aku langsung membuka mataku dan mendapati semua hal itu adalah mimpi. Karena efek dari mimpi bodoh itu aku segera berdiri dan melihat keluar jendela tempat ini. Dari jendela aku langsung bisa melihat kastil besar yang akan aku tuju. Kastil dengan beberapa menara namun terlihat begitu damai dan nyaman. Orang-orang di kota berkata bahwa kastil hyrule adalah kastil yang amat damai. Setiap sudut di dalam kastil hyrule boleh dijamah oleh setiap orang yang datang ke kastil. Beberapa saat aku melamun tentang kastil besar di hadapanku ini.
Dari kejauhan aku mendengar derap langkah kuda yang sangat tidak asing bagiku. Lama aku perhatikan, ternyata ada seseorang yang datang mendekat ke kastil dan itu bukan orang yang pantas ditunggu kedatangannya. Aku segera menyadarkan Navi setelah yakin yang saat ini berada di depan gerbang kastil adalah orang yang selama ini menjadi mimpi burukku selama beberapa kali fase bulan.
“ayo Navi, kita tidak bisa terus-menerus beristirahat” aku langsung mengangkat Navi dan menaruhnya di topi kokiri ku tanpa peduli dia telah bangun atau belum.
Aku berlari terus menuju ke kastil berharap mampu menghentikan lelaki itu sebelum dia mencapai kastil. Tangan kiriku sudah sangat kuat menggenggam espada de kokiri. Saat ini aku sudah tidak mempedulikan akan berakhir seperti apa aku, yang jelas aku yakin orang itu berhati busuk. Sesaat aku melihat seorang gadis kecil berdiri di belakang bukit di jalan menuju kastil, dia terlihat begitu cemas tapi aku terlalu kesal untuk berhenti dan sekedar bertanya dengan gadis kecil itu.
Laki-laki berkulit gelap itu sudah berada di balik gerbang kastil dengan beberapa orang berseragam menjaga pintu masuk. Aku terus berlari hingga aku di hentikan oleh para penjaga di depan gerbang.
“anak kecil, kau mau ke mana pulanglah. Ini sudah terlalu larut” salah seorang penjaga berkata padaku.
“aku harus bertemu dengan orang yang barusan masuk tadi” jawabku.
“oh tuan gannon, sebaiknya kau tunggu di sini” penjaga yang berada di sebelah barat berkata padaku.
“ya tuan gannon tidak akan lama di dalam kastil. Dia pasti keluar sebelum mentari nampak” tambah penjaga yang ada di depanku.
Kedua penjaga itu terus menerus memperhatikanku, entah apa yang mereka perhatikan. Cara berpakaianku, ketergesa-gesaanku atau mereka sedang memperhatikan anak kecil yang berada di depan mereka saat ini membawa pedang dan tameng. Aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan saat ini. Aku hanya terus berfikir tentang bagaimana cara aku masuk ke dalam kastil ini. Sesaat kemudian Navi bangun dan mulai terbang meski terlihat agak sempoyongan.
“Link, apa yang sedang terjadi?” tanya Navi.
“benar, kau ini orang kokiri ya?” seorang penjaga langsung berteriak padaku sambil terus memperhatikanku.
“berapa umurmu, pasti sudah ratusan tahun. Ini adalah kali pertama kau melihat orang kokiri selama hidupku” tambah penjaga satunya.
Melihat pancaran mata mereka yang begitu sangat tertarik dengan seorang anak dari hutan tertutup kokiri aku langsung pergi. Aku khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku segera bergegas ke belakang bukit tempat gadis kecil kebingungan tadi berdiri. Seorang gadis yang terlihat begitu kebingungan, dengan tatapan binar ke sekeliling tempat ia berdiri.
“hai gadis kecil, dari tadi ak melihat kau begitu kebingungan” tanyaku dengan sedikit terengah-engah.
“Link, kita harus bertemu dengan putri, tidak ada alasan untuk berhenti dan berbicara dengan gadis kecil yang kebingungan” Navi segera terbang mengelilingi tempat aku berdiri.
“kau kan, orang dari hutan kokiri itu” perlahan mata binar gadis itu menitikkan air mata.
“kau siapa? Ada apa denganmu?” tanyaku simpatik.
“aku adalah Hana, anak dari pemilik lon-lon ranch. Aku datang ke hyrule bersama ayahku untuk menyalurakan susu dan telur dari peternakan kami. Tapi sejak dua hari yang lalu aku terpisah dengan ayahku. Aku mencarinya di sekeliling hyrule tapi aku tidak bisa menemukannya. Aku yakin dia saat ini sedang berada di salah satu tempat di kastil. Ayah punya kebiasaan jika dia terlalu capek maka dia akan tertidur dan lupa waktu” jelas gadis itu dengan aksen hyrule.
“Apa aku bisa membantumu? Mungkin aku bisa mencari ayahmu” hiburku.
“benarkah? Kau bisa membantuku mencarinya di dalam kastil. Ayah pasti berada di salah satu tempat di dalam kastil” jelasnya
“tapi kau tahukan? Saat ini aku juga sedang berusaha masuk, tapi karena Ganon akan mengadakan pertemuan dengan raja jadi aku tidak bisa masuk ke kastil” aku menjelaskan padanya sembari berfikir.
“sebenarnya, aku tahu sesuatu. Karena seringnya aku ke sini aku menemukan jalan untuk masuk ke sisi lain pagar. Tapi kau harus tetap berhati-hati karena jika kau tertangkap oleh penjaga kau akan ditendang keluar” jelasnya sambil menunjukkan sebuah akar menjalar.
selanjutnya ditunggu ya..:)
ReplyDelete